Kalau Palestina Sudah Merdeka, Siapa yang Rebutan Kursi?

Wednesday, October 8 2025. Indiana, USA.

Kali ini saya mau bahas pertanyaan yang selalu muncul di kepala saya setiap kali melihat berita belakangan ini, tentang Palestina yang keliatannya sudah semakin dekat menuju kemerdekaan. Mereka yang selama ini teriak “Free Palestine!”, apakah nanti akan berhenti protes ketika Palestina benar-benar merdeka? Satu hal yang saya paham: ideologi ngga pernah mati. Yang mereka inginkan sebetulnya adalah penguasaan total atas umat Yahudi, bukan sebaliknya. Atau bahkan mungkin hati mereka punya niat lebih jauh dari itu: pembantaian umat Yahudi secara total.

Tapi kali ini saya coba melihatnya bukan dari Alkitab saya, meskipun sebenarnya Alkitab sudah lebih dulu memberi gambaran tentang apa yang bakal terjadi di sana. Saya mau lihat ini murni dari fenomena geopolitik yang sedang berlangsung saja.

Dan supaya lebih jelas, saya juga melihat data survei terbaru yang di publikasi dari Palestinian Center for Policy, pada Mei 2025: dukungan rakyat terhadap keputusan Hamas meluncurkan serangan 7 Oktober makin menurun. Dari 71% dibulan Maret 2024, sekarang hanya 50% yang bilang itu keputusan benar. Artinya, ada penurunan. Mungkin rakyat sendiri mulai ragu pada strategi mereka. Tapi menurun nya angka tersebut saya ngga ngerti, apakah karena 21% itu telah meninggal oleh serangan Israel, atau memang mereka berubah pandangan.

Grafik dukungan 7 Oktober turun ke 50%

Perlu di sadari bahwa Hamas PASTI merasa punya jasa paling besar dalam perjuangan kemerdekaan Palestina. Nah disinilah letak potensi tarik-menarik arah ideologi bangsa Palestina akan muncul. Hamas tentu merasa punya andil besar dari perjuangan mereka, dan pada saat yang sama dukungan publik justru bisa berbalik. Yang saat ini menurun, bisa jadi nanti naik kembali. Dan survei lain menguatkan hal itu: ketika ditanya siapa yang akan menguasai Gaza setelah perang, hanya 42% responden yang menjawab Hamas. Bahkan di Gaza sendiri, hanya 28% yang percaya Hamas akan tetap berkuasa. Dan justru orang Tepi Barat yang lebih percaya Hamas akan menguasai Gaza, 51%.

Grafik The Day After: Who will rule Gaza next?

Barat memang akan masuk lebih dulu, membangun kembali Gaza, memberi bantuan, dan mengatur ulang jalannya pemerintahan. Tapi kita semua paham, campur tangan Barat di Timur Tengah selalu jadi alergi bagi kelompok fundamental. Cepat atau lambat, itu akan ditolak. Dan pada titik itu konflik internal akan muncul begitu Palestina merdeka.

Pertanyaan yang lebih besar: setelah Palestina merdeka, siapa yang akan memimpin pemerintahan? Dan bentuk negaranya seperti apa? Apakah sekuler-nasionalis, mirip Indonesia pasca kemerdekaan? Atau berbasis agama? Banyak yang akan bilang: pasti sekuler, supaya diterima dunia internasional. Betul. Tapi bagi saya, itu sampai kapan? Mungkin dalam rentang 7 sampai 10 tahun, besar kemungkinan akan ada tarik menarik antara model negara sekuler vs Agamis. Polanya mirip dengan Indonesia pasca kemerdekaan, ketika Nasionalis vs Masyumi vs PKI saling berebut arah bangsa. Dan juga mitip dengan Kamboja pasca kemerdekaannya, ketika Monarki vs Nasionalis vs Komunis.

Dan biasanya, bahan bakar konflik identitas itu diawali isu yang selalu ada di setiap bangsa: ekonomi yang merosot, korupsi yang merajalela. Hamas dan kelompok pendukungnya akan bisa memanfaatkan kekecewaan rakyat untuk memperkuat posisi mereka di momen itu.

Dan hal ini juga bisa jadi bahan bakar: di zaman serba digital, di mana hampir semua lini kehidupan diatur oleh teknologi, alergi terhadap kemajuan akan dianggap sebagai ancaman bagi Agama. Bagi sebagian kelompok, digitalisasi dan dominasi Barat melalui mata uang global akan dianggap produk Dajjal. Dari sisi lain, sebagian kelompok Kristen akan menyebutnya sebagai sistem Antikristus. Nah, dua narasi ini, meskipun datang dari akar iman yang berbeda, akan bisa dipakai oleh aktor-aktor politik untuk mengobarkan semangat perlawanan dan mendorong perubahan identitas bangsa tersebut.

Ditambah lagi, seperti pada pembahasan dalam tulisan lain, Israel akan semakin menonjolkan identitas Yahudi nya disana: tanah perjanjian, nubuatan kedatangan mesias, keamanan abadi, status Yerusalem, hingga Bait Suci ke 3 mereka. Dan saat identitas itu dipertegas oleh Israel. Palestina tentu akan merespons dengan mempertebal identitas agama mayoritasnya juga. Dan itu akan dimotori oleh kelompok-kelompok…. You name it.

Kalau sudah begitu? Ini hanya jeda.

~vctrmldb

By:

Posted in:


Leave a comment