00:26AM Thursday, April 17 2025. Colorado. USA
Dulu, nubuat ini terasa kompleks dan terpisah-pisah. Seolah setiap bagian berdiri sendiri, tanpa pola yang jelas. Tapi sekarang, semuanya mulai tersambung. Setiap kerajaan, setiap simbol, setiap detail, semuanya punya benang merah. Dan saya akan uraikan itu satu per satu. Karena saat potongan-potongan ini disatukan, kita tdk lagi melihat sejarah… kita melihat skenario yang sedang berlangsung.
Sekali lagi, Begitu kita mengerti bahwa perempuan dalam kitab Wahyu adalah Israel, semuanya mulai tersambung. Informasi yang sebelumnya terasa kompleks untuk di pahami, sekarang menunjukan benang merah. Dan di situlah saya melihat pola, dan polanya terlalu konsistem untuk dibilang kebetulan. Siapalagi yang mengungkapkan pengetahuan ini kalo bukan Tuhan sendiri. Agar ini menjadi berkat, dan agar yang percaya boleh selamat, Amin.
Toh, Karena jika Tuhan adalah Panglima, maka briefing sebelum event pasti ada. Informasi detailnya disampaikan, tapi hanya pasukan Nya yang bisa memahami. Musuh BISA dengar, tapi tidak bisa mengerti. Hallelujah!
Oke, kalo kita lihat susunan peta akhir zaman dalam kitab Daniel dan Wahyu, 10 kerajaan dalam Wahyu punya kesamaan yang kuat dengan 10 jari kaki dalam kitab Daniel: Keduanya muncul di bagian “akhir”, yaitu akhir zaman atau fase terakhir dari sejarah model kerajaan dunia. Dan keduanya berhubungan langsung dengan penindasan terhadap umat Tuhan.
Wahyu 17:16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.
Menariknya, baik Daniel maupun Yohanes melihat bahwa struktur ini tidak bertahan lama. Dia akan dihancurkan oleh sesuatu yang bukan buatan tangan manusia.
Dalam kitab Daniel:
Daniel 2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
Dalam Kitab Wahyu:
Wahyu 17:12 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.
Wahyu 17:13 Mereka seia sekata, kekuatan dan kekuasaan mereka mereka berikan kepada binatang itu.
Wahyu 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”
Bahan-bahan yang menyusun patung Nebukadnezar dalam Daniel 2 adalah simbol dari kerajaan-kerajaan yang pernah menindas Israel. Dan yang membuat saya yakin adalah: bagian paling akhir dari patung itu, yaitu 10 jari kaki yang terbuat dari besi dan tanah liat adalah paralel dengan 10 tanduk dalam Wahyu. Keduanya berada dalam formasi untuk berperan dalam konflik puncak melawan UMAT PILIHAN, Israel.
Dua simbol, dua kitab, tapi muncul di titik yang sama: akhir.
| Parameter | Daniel 2 (10 Jari Kaki) | Wahyu 17 (10 Tanduk) |
| Jumlah & Simbol | 10 Jari kaki; bagian terakhir dari patung (Dan 2:41-42) | 10 Tanduk; pada kepala binatang merah (Wah 17:2) |
| Sebagai apa? | Jari kaki (Dan 2:33 & 41) | Tanduk dari binatang yang muncul dari laut (Wah 13:1 & Wah 17:3, 7, 12) |
| Fase | Akhir dari kerajaan dunia (Dan 2:44) | Akhir zaman (Wah 17:13-14) |
| Sasaran yang Ditindas | Israel (secara historis, dalam konteks kerajaan-kerajaan dunia yang menguasai dan menindas umat Tuhan) | Israel (Perempuan) (Wah 12:1 & 13-17) |
| Respon Sorgawi | Batu dari “gunung” menghantam kaki tsb (Dan 2:34-35 & 44-45) | Anak Domba mengalahkan binatang dan ke 10 tanduk (Wah 17:14) |
| Skenario Akhir | Patung tsb hancur total (Daniel 2:44-45 | Binatang dan tanduk binasa selamanya (Wah 19:19-20 & Wah 20:10 |
Dalam tradisi Yahudi dan juga Kristen, bahan dari “Besi” dalam kitab Daniel 2 adalah lambang dari kerajaan Romawi. Kerajaan yang keras dan kejam yang juga meratakan Bait Suci kedua.
Daniel 2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
Sedangkan bahan dari “Emas”, Daniel sendiri sudah mengatakan kepada raja Nebukadnezar raja Babel saat itu, bahwa kepala patung yang terbuat dari Emas adalah kerajaan Babilonia, Daniel 2:38 “….– tuankulah kepala yang dari emas itu.”
Lalu, yang menarik adalah bahwa kerajaan keempat ini (dalam konteks Daniel) yang dilambangkan dengan besi tidak pernah benar-benar “berakhir”. Dia hanya bertransformasi, menyusup ke dalam berbagai bentuk sistem politik dan agama sepanjang sejarah. Namun ada satu episode sejarah yang menjadi missing link antara masa lampau dan masa depan nubuatan: kerajaan Ottoman.
Sebab itu saya katakan (dan terkonfirmasi oleh sejarah pernyataan Mustafa Ali) Ottoman justru mewarisi semangat dan struktur Romawi, bahkan menjadikan Konstantinopel, bekas ibu kota Kekaisaran Bizantium, sebagai pusat pemerintahannya. Ini bukan kebetulan. Justru Ottoman adalah lanjutan dari kaki besi yang di lihat Daniel.
Lagipula, dalam kitab Wahyu, letak kota Pergamus yang disebut sebagai tempat “takhta Iblis” (Wahyu. 2:13) berada di Asia Kecil, wilayah yang seksrang termasuk dalam Turki modern. Kota ini dulunya pusat kultus kekaisaran dan penyembahan dewa-dewa bangsa Romawi, termasuk altar Zeus yang dikenal luas.
Wahyu 2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Dengan kata lain, lokasi “takhta Iblis” itu tidak berpindah terlalu jauh. Dia hanya berganti bentuk dan sistem, tetapi di daerah kekuasaan yang sama: dari kekaisaran penyembah dewa (Romawi), ke kekaisaran religius militan tetapi motivasi nya sama, memerangi umat Pilihan, yang disebut Israel (Rohani-Jasmani). Maka, ketika Wahyu berbicara tentang binatang yang muncul dan diberikan kuasa, dan Daniel melihat kaki besi yang akhirnya terhubung dengan jari-jari kaki tanah liat, semuanya mengarah ke bentuk kekuasaan baru yang muncul di lokasi yang sama: wilayah Turki modern.
Inilah kenapa restorasi Ottoman bukan hanya wacana politik, tapi bagian dari skenario yang BESAR. Binatang dalam Wahyu akan bangkit dari laut, laut arti nya dalam Alkitab adalah dari antara bangsa-bangsa, dan membawa salah satu dari 7 kerajaan yang dulu pernah ada, untuk datang kembali. Dan Ottoman SIGNIFICANT dengan pola itu: dulu pernah ada, lalu tidak ada, dan akan muncul kembali (Wahyu 17:8).
Dengan kata lain, kebangkitan kekuasaan global melalui restorasi gaya Ottoman adalah bagian dari rekonstruksi profetik kaki-kaki patung di Daniel, yang akan dihancurkan oleh batu yang keluar dari gunung, tanpa perbuatan tangan manusia, Daniel 2:44-45.
Daniel 2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Elohim semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,
Daniel 2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Elohim yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”
Pertanyaannya selanjutnya: apa maknanya “batu dari gunung” itu?
Orang Kristen seharusnya tidak asing dengan simbol ini, karena maknanya sudah sering disinggung dalam khotbah-khotbah maupun lagu rohani. Gunung melambangkan Kerajaan Elohim, dan batu itu menunjuk pada Gereja yang didirikan oleh Yesus sendiri, yang “pintu alam maut tidak akan menguasainya” (Matius 16:18). Batu ini bukan kekuatan politik dunia, melainkan kuasa surgawi, Kerajaan Elohim. Kerajaan yang akan lebih dulu di imitasi oleh binatang, sehingga banyak manusia akan tertipu dan percaya pada yesus imitas dan kerajaan allah imitasi.
Lanjut ke pembahasan…
Pada part 1 saya menyusun makna 7 gunung. Yang adalah 7 kerajaan yang pernah menguasai bangsa Israel. Yaitu Mesir, Asyur, Babel, Media-Persia, Yunani, Romawi, Ottoman. Kemudian part ke 2 dan 3 hingga akhirnya pola tsb membawa saya ke pemahaman selanjutnya, yaitu: apakah kerajaan-kerajaan tsb memiliki keterkaitan dengan urutan makna patung dalam kitab Daniel? Jawaban nya, YA! Meski saya sempat bingung, karna dalam urutan makna patung di kitab Daniel tidak ada Mesir dan Asyur. Tetapi itu terjawab ketika saya memperhatikan konteks.
Daniel 2 = fokus pada 4 kerajaan berurutan yang relevan sejak masa Daniel: Babilonia, Persia, Yunani, Roma.
Sedangkan Wahyu 17 = membentang dari Mesir sebagai kerajaan pertama yang menindas umat Israel (dalam Keluaran), hingga ke sistem global terakhir.
Artinya: penglihatan raja Nebukadnezar yang di tafsirkan Daniel itu tidak mencakup kerajaan sebelum Babilon. Itu sebabnya Mesir dan Asyur tidak termasuk karena sudah berakhir sebelum Daniel hidup.
Daniel melihat patung dari masa dia hidup ke depan. Arti nya mulai dari kepala hingga ke jari-jari kaki.
Yohanes melihat semua sistem dari Mesir ke akhir zaman.
Karena itu, Mesir tidak muncul di Daniel, tapi justru jadi fondasi di Wahyu.
Struktur Patung dalam Daniel 2:
| Bagian Patung | Bahan | Simbol Kerajaan | Status Historis | Referensi |
| Kepala | Emas | Babel | Sudah Terjadi | Daniel 2:38 |
| Dada & Lengan | Perak | Media-Persia | Sudah Terjadi | Daneil 2:39 |
| Perut & Paha | Tembaga | Yunani | Sudah Terjadi | Daniel 2:39 |
| Kaki | Besi | Romawi | Sudah Terjadi | Daniel 2:40 |
| Jari-jari kaki | Besi & Tanah | Ottoman + Koalisi 10 kerajaan Akhir Zaman | Akan Terjadi | Daniel 2:41-43 & Wahyu 17:12 |
Tabel diatas ini menggambarkan struktur kronologis dari patung dalam Daniel 2, yang mewakili transisi kekuasaan dunia. Mulai dari Babilonia hingga koalisi kerajaan Akhir Zaman. Mesir dan Asyur tidak tercantum karna Daniel hanya mencatat kerajaan-kerajaan setelah masa hidup nya. Tidak seperti Wahyu, sebagai kitab nubuat Akhir Zaman yang memuat sejarah lengkap penindasan terhadap umat Israel.
Daniel 2:38 “….– tuankulah kepala yang dari emas itu.”
Daniel 2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
Daniel 2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
Daniel 2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
Campuran kekuasaan yang kuat tetapi rapuh. Berisi aliansi dunia yang terbentuk, tetapi saling bertentangan secara internal.
Makna nya, Ottoman tidak hilang. Dia hanya disimpan. Dan sekarang, satu demi satu elemennya sedang diaktifkan kembali. Turki menggandeng negara-negara Muslim dalam aliansi ekonomi, pendidikan, militer.
Sudah sejak ratusan tahun lalu, para pemikir Ottoman seperti Mustafa Ali menggambarkan bahwa identitas “True Ottomans” terbentuk sebagai hasil sintesis warisan administratif Romawi: orang Kristen yang dikonversi, Muslim dari berbagai etnis, semua dilebur dan dibentuk ulang oleh sistem kekaisaran.

Gambar: Kutipan dari buku sejarah Ottoman (The Ottomans) yang menjelaskan bagaimana identitas Ottoman dibentuk melalui sintesis multietnis dan warisan Romawi. Konsep ini diangkat oleh Mustafa Ali dan para pemikir zamannya.
Saya percaya, jika Israel hari ini boleh bangkit kembali, lengkap dengan dukungan global untuk membangun Bait Suci, kekuatan lain juga akan bergerak. Maka dengan begitu Ottoman pun akan bangkit kembali. Moment tsb akan membuat dunia heran, dan akan mengikuti nya.
Ottoman tidak hilang. Dia hanya terluka parah tetapi tidak mati, dan luka nya akan sembuh dan akan kembali. Seluruh dunia heran, dan akan mengikuti nya.

Gambar: Wahyu 17:3 Perempuan yang menunggangi Binatang. Dua buku, dua kerajaan, dua narasi besar.
Yang satu bicara tentang pemulihan Israel, yang lain tentang warisan kekaisaran Ottoman. Tapi keduanya tidak bisa dipisahkan dari panggung akhir zaman yang sudah lama dinubuatkan oleh Daniel dan Yohanes.
Keduanya bertemu di titik akhir sejarah: Yerusalem.
Ottomanisme sebagai memori kekaisaran yang belum selesai. Pada 10 April 2025, pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menandatangani kerja sama dengan Turki untuk memproduksi film sejarah tentang hubungan Indonesia dengan Kekaisaran Ottoman . Ini bukan hanya proyek budaya. Ini adalah kode narasi. Sebuah pesan identitas yang ditanamkan ke generasi baru di depan: Dulu dunia pernah dipimpin oleh satu kekuasaan. Dan sekarang, waktunya kembali.
Apa yang mesti dilakukan orang percaya? Beritakan Injil! Terutama kepada orang Yahudi!
Sebab nubuatan sedang bergerak cepat. Musuh mereka akan bangkit, dan mereka tidak akan siap, kecuali mereka mengenal Mesias sejati mereka.
Sebab Kerajaan yang dikehendaki YHVH bukan hanya kebangkitan nasional Israel, tetapi Kerajaan yang tunduk kepada Sang Mesias, Yeshua HaMashiach.
Yesus bukan hanya Raja bagi bangsa Yahudi, Dia adalah Penebus bagi seluruh bangsa. Tapi ironisnya, justru bangsa Nya sendiri belum mengenal Dia.
Dan sebagian dunia pun masih menolak Dia. Bagi mereka yang tidak percaya Yesus adalah Tuhan, setidaknya kalian lihatlah ini: Dialah satu-satunya tokoh yang dinubuatkan datang, mati, bangkit, dan akan datang kembali.
Jika Dia bukan Tuhan, mengapa dunia gentar pada nama Nya? Mengapa Dunia menolak kematian tubuh duniawi nya sebagai penebusan? Siapa yang membenci penebusan jika bukan Iblis?
Jika Dia bukan kunci Kerajaan Elohim, kenapa semua kerajaan dunia sedang bersiap menyambut kedatangan Nya? Lewat berbagai-bagai narasi di luar Alkitab?
Kalian percaya akan juga menyambut, oke. Tapi apakah yang kalian sambut benar-benar Dia atau JUSTRU yang imitasi?
~ vctrmldb