Part 3: Makna Binatang & Tanda Antikristus Yang Adalah Paksaan Ibadah Kepada Sang Naga

Lukas 21:34 “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Lukas 21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
Lukas 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Jika kebangkitan atau kembali nya kerajaan Israel hanyalah PERMULAAN dari klimaks nubuatan, dan perempuan itu kelak akan dihancurkan oleh “binatang” yang membencinya, maka pertanyaan selanjutnya adalah: setelah otoritas si perempuan ditumbangkan, apa bentuk sistem yang akan diimplementasikan oleh si binatang untuk mengontrol umat manusia?

Sebagai catatan penting: Tidak ada satu pun kitab suci lain di dunia ini yang menyatakan bahwa Antikristus akan memberi tanda di dahi dan tangan kepada seluruh manusia. Hanya Alkitab, khususnya kitab Wahyu, yang memperingatkan hal ini, dan itu ditujukan khusus kepada pengikut Yesus Kristus yang di salibkan dan bangkit di hari yang ketiga. Bahkan juga tidak diberikan kepada orang Yahudi yang menolak Yesus. Karna interpretasi nya hanya di pahami melalui pola yang sama, seperti ketika seseorang mengenali di Alkitab: bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Karena itu, tanda di dahi dan tangan adalah simbol dari otoritas rohani palsu yang hanya dapat dikenali oleh iman Kristen yang hidup. Dunia tidak akan melihatnya sebagai ancaman, mereka akan menerimanya tanpa sadar. Hanya mereka yang memikul salib dan keluar atau menolak dari sana itu yang akan luput dari kebinasaan. Sebab itu, orang Kristen harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh pesan dalam kitab Wahyu. Jika kita mengerti hal ini dengan benar, kita akan benar-benar tau bagaimana memelihara iman di tengah penyesatan besar yang sedang dan akan terjadi terus. Ibarat gandum yang tumbuh di tengah lalang yang juga tumbuh.

Iman Kristen akan menghadapi 2 tokoh persekutor : oleh kebijakan si perempuan dan oleh paksaan tanda si binatang.

Matius 13:26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.

Yang maksudnya adalah:

Matius 13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Matius 13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

Dan ini dia skenario yang sejak lama ada di bayangan saya: Dunia akan mengira New Word Order/konsep COEXIST nya atau apapun yang serupa, adalah kerajaan Antikristus, sebab gagasan nya adalah penyatuan Agama-agama. Itu juga yang dilihat oleh pak Dr. Dharma Pongrekun selama ini, yang beliau selalu share di setiap kesempatan wawancara dan tersebar di sosial media. Tetapi saya berani katakan, itu belumlah FINAL. Semua itu hanya menggenapi sebagai “perempuan/pelacur”, bukan “binatang”.

Coexist, dalam bahasa Indonesia nya adalah Koeksistensi. Arti nya setiap berbagai kelompok saling berdampingan, MENGAKUI dan menghormati, tanpa memiliki dominasi atas yang lain dan melahirkan konflik.

Tapi menurut pola nya yang saya perhatikan, konsep global ini justru hanya menggenapi sebagai perempuan, yang akan mengadopsi konsep Romawi, yang kemudian di kalahkan oleh Binatang. Alasan nya: sejak lama kekaisaran Romawi dikenal sebagai kekuatan politik yang multietnis dan multireligius. Mereka tidak masalah dengan banyak nya agama/paganisme selama semua damai dan ekonomi kekaisaran STABIL. Sounds familiar? It is!

Sejarah mencatat setiap bangsa yang ditaklukkan boleh mempertahankan agama dan budayanya, selama mereka: 

1. Membayar pajak kepada Roma, 

2. Mengakui supremacy Kaisar, 

3. Tidak memberontak atau menolak sistem hukum Romawi.

Wait, jika anda masih berpikir bahwa Vatikan adalah Gereja yang mendirikan kerajaan, anda keliru. Romawi awal nya mempersekusi Kristen dan kemudian MENGADOPSI Kristen sebagai Agama kerajaan. Bukan Agama yang ingin mendirikan kerajaan. Religion & State hanya ada di tradisi Yahudi dan Islam.

Lanjut.. Jadi yang terpenting bagi Romawi, ada nya stabilitas geopolitik dan stabilitas ekonomi global. Ini yang keliatan nya akan di adopsi oleh si perempuam dalam kitab Wahyu, untuk mengontrol binatang yang nanti nya berbalik menyerang si perempuan.

Wahyu 17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Btw “penuh tertulis nama-nama hujat” itu saat ini bentuk nya masih samar. Apakah pada bendera? Ataukah pada undang-undang dasar nya? Entahlah, saya percaya itu akan terungkap pada waktu nya. Tetapi yang perlu kita wajib ketahui, ini tidak akan tampak seperti penghujatan, justru tampak religius. Tetapi dari sudut pandang iman Kristen, kita akan mengerti bahwa itu adalah penghujatan kepada satu-satu nya Tuhan, yaitu YHWH.

Lanjut: Dan dengan begitu ini akan sejalan dengan yang telah lama saya yakini, bahwa konsep ini (COEXIST) HANYA akan memberikan RUANG untuk kemunculan kekuatan besar yang lain, di tengah otoritas si Perempuan. Maka dari itu, “Israel” ini lebih tepat jika di sebut sebagai Perempuan. Yang sudah pernah saya uraikan makna nya di halaman lain: kenapa dia diumpamakan dalam kitab Wahyu sebagai perempuan.

NotasiEntitasAksiKonsekuensi
BBinatang (Kerajaan Antikristus)Mengalahkan PDominasi Global (Wah 13:7)
PPerempuan (Israel)Dikalahkan oleh BP Digantikan/dikuasai oleh B
TTanda AntikristusDiberlakukan Paksa oleh BYang menolak T dibunuh/ditawan (Wah 20:4, Wah 13:10)
NWONew Word OrderMempromosikan konsep COEXISTSecara makna konsep, tidak mungkin bisa memaksakan T

Dari metrix ini, terbentuk bahwa NWO atau konsep COEXIST nya, tidak akan bisa memaksa Tanda Antikristus secara Global. Dengan kata lain, kekuatan nya akan terbatas dan banyak negara AKAN MEOLAK karena berpikir itu adalah sistem Antikristus. Seperti yang di maksud nubuat kitab Wahyu 13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya.

Padahal tidak! Belum! Tanda Antikristus hanya akan di terapkan saat Yerusalem di kalahkan dan direbut dari pemerintahan Israel. Saat binatang menguasai Yerusalem, maka seluruh dunia akan di paksa tunduk pada otoritas Antikristus.

Sebab makna koeksistensi hanya menyatukan dari tiap-tiap perbedaan, bukan meniadakan yang lain lalu memaksa untuk mengikuti yang satu. Dengan kata lain, setiap kelompok harus saling berdampingan, MENGAKUI dan menghormati, tanpa memiliki dominasi atas yang lain. Sehingga dengan konsep Koesksistensi ini nanti nya akan banyak model Ekonomi juga. Baru kemudian setelah binatang berkuasa, hanya akan ada satu and only model Ekonomi global.

Penting bagi orang Kristen maupun yang non untuk memahami ini: Terlepas dari sentimen kalian kepada Israel karena tindakan-tindakan mereka, jika kerajaan Israel kembali berjaya, hal itu tidak menjadi otomatis penggenapan dari sosok binatang atau Antikristus yang dimaksudkan dalam nubuatan di Alkitab. Sebab struktur nya tidak memenuhi apa yang dinubuatkan. Jika struktur nya tidak memenuhi, maka akan ada ruang penyesatan dalam memahami nubuat ini.

Gambar: COEXIST yang arti nya to exist together or at the same time.

Banyak orang akan mengira bahwa: NWO dengan konsep COEXIST nya adalah sistem Antikristus. Ada yang menyebut bahwa COEXIST adalah sebuah bentuk agama universal, yaitu satu sistem iman global yang menyatukan semua keyakinan demi perdamaian dunia. Tidak salah. Tetapi yang salah adalah menganggap itu sebagai yang di maksud dengan binatang dalam kitab Wahyu. Jika anda beroandangan demikian, maka anda akan mudah percaya dengan nabi palsu yang muncul kemudian di Yerusalem.

Maka ketika semua mata melihat ibadah orang Yahudi di Israel kembali digelar di Yerusalem, seperti korban sembelihan, perayaan hari raya Yahudi, dan upacara-upacara bait suci, sehingga, I mean, maybe: mereka yang telah meyakini bahwa NWO/COEXIST sebagai konsep Antikristus akan menganggap aktivitas Israel adalah ancaman. Terlebih jika mengira “patung yang di beri nyawa” di tafsirkan sebagai Robot AI, dan “tanda di dahi dan tangan” sebagai barcode atau chip, maka besar kemungkinan mereka/kalian akan menganggap aktivitas Israel plus kemajuan teknologi, itu sebagai ancaman yang harus di hentikan.

Puncaknya adalah penyerbuan oleh Binatang. Binatang itu, yang sebelumnya tampak tunduk atau dikuasai oleh otoritas perempuan (Israel), akan berbalik menyerang. Ini adalah invasi geopolitik, dan juga penindasan terhadap perayaan ibadah Yahudi. And you know what? Setelah perempuan di kalahkan, seluruh bentuk ibadah di Yerusalem HARUS tunduk pada sistem penyembahan global si Binatang. Saat itu dia telah memiliki hukum, utusan naga pun sudah datang sebagai nabi, maka dia akan mengaktifkan otoritasnya tsb untuk mulai berlaku atas setiap bangsa. Siapapun yang tidak tunduk kepada otoritasnya (patung nya), dimanapun mereka ada dan bersembunyi, akan dibunuh. Perhatikan pesan ini.

Wahyu 13:10 Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang.Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

Jika anda pikir ini hanya pada Kristen, salah. Ini akan dia lakukan kepada siapapun yang dia anggap bidat. Tidak militan, tidak berperilaku secara literal dengan hukum nya. Anda pasti di bunuh atau ditawan.

Sebab jika Israel (si perempuan) nanti di kalahkan, maka Antikristus melalui kerajaan nya dan mesias palsu nya, akan mengoreksi iman Kristiani, untuk beralih dan beribadah kepada naga. Dimanapun kita berada, otoritasnya akan memungkinkan persekusi itu terjadi.

Saya jelaskan kembali disini, pada Part 1 saya coba melihat kemungkinan kembali nya 1 dari 7 kerajaan yang pernah menindas Israel. Dan Romawi memiliki probabilitas tinggi dari pada Turki, berdasarkan indikator yang di dapati dari Alkitab dan juga fenomena Geopolitik saat ini. Anyway itu bisa di verify siapapun. Kemudian di Part ke 2 saya menjelaskan bahwa jika konsep Romawi memang akan bangkit, maka itu akan dalam bentuk COEXIST. Lagi pula kita juga mesti pertimbangkan TREND yang ada di Turki sebagai variabel sangat penting. Sebab trend tersebut tidak bisa di abaikan, karna lambat laun itu akan menjadi kekuatan lain. Argumen ini tentu saya dasari dengan berbagai fenomena, salah satu nya adalah statistik pertumbuhan agama tercepat di dunia, beserta faktor-faktor utama yang mendorong pertumbuhan nya.

Bagaimana kemabali nya Turki? Yaitu saat konsep COEXIST benar di berlakukan. Sebab begini: dalam konteks koeksistensi, Jika Israel modern di ijinkan eksis dan diperbolehkan membangun dan mengadakan kembali ibadah secara Yahudi di Bait Suci nya, MAKA Agama-agama lain pun mendapat hak yang sama. Jadi sesimple itu Turki akan mendapatkan hak nya, untuk mengatur secara mandiri rakyat nya dan aliansi nya sesuai kepercayaan nya. If Israel is allowed and able, then why can’t Turki? And probability Ottoman to come back, is significantly higher!

Evaluasi Paralel

Untuk memahami siapa Binatang itu menurut kitab Wahyu, saya mencoba menelusuri bagaimana tokoh akhir zaman ini dipahami di berbagai keyakinan. Dalam proses itu, saya menemukan istilah Dajjal yang sering dihubungkan dengan konsep Antikristus dalam Alkitab. Dari situlah saya mulai membandingkan keduanya secara fungsi dan posisi dalam konteks akhir zaman. Memang di dalam Alkitab berbahasa Aramaic pun ada sebutan Dajjal yang merujuk pada sosok Antikristus. Namun persamaan dalam bahasa Aramaic tsb tidak membuat segala sesuatu menjadi mutlak sama seluruhnya.

Dan untuk melihat apakah benar ada kesamaan, disini saya mengukur berdasarkan fungsi dan strukturnya dalam Alkitab, apakah dua figur ini, bisa di katakan sama dengan yang ada dalam Alkitab, sebab ini sangat penting. Dan untuk mempermudah pengukuran tsb, saya menyederhanakan sebutan-sebutan ini menjadi notasi dengan huruf awalan, sebagaimana pada uraian di bawah.

Pentabelan dari Struktur Pandangan Lain:

NotasiArti
DDajjal
KKekuatan lain
IIsrael

Jika pemerintahan Israel di Yerusalem disebut sebagai Dajjal, Berarti K lebih besar dari D, kemudian K menggantikan I: K > D, dan K mengambil alih Yerusalem menggantikan I (secara geopolitik).

Pertabelan dari Struktur Wahyu 13 & 17:

NotasiArti
Binatang (B)Antikristus & Kerajaan nya
Perempuan (P)Kerajaan Israel modern (I)

JIka B lebih besar dari P. Dan P adalah Israel, maka B mengalahkan Israel: B > P, jika P = Israel, maka B mengalahkan Israel.

Atau Menggunakan Tabel Lain:

PandanganNotasi LogikaPerkiraan Output
Pandangan LainK > D, dan K mengalahkan IKekuatan lain mengalahkan Dajjal, kemudian K menggantikan Israel
Wahyu 13 & 17B > P, P = IBinatang Mengalahkan Perempuan, kemudian B menggantikan Israel

B > P, P = I, Jika I = D, maka: B > D

Dengan kata lain: Binatang lebih besar dari Perempuan, Perempuan sama dengan Israel, Jika Israel sama dengan Dajjal, maka: Binatang lebih besar dari Dajjal.

Diagram Venn

Sekarang saya coba menggunakan diagram Ven untuk memperjelas irisan-irisan konsep yang saya maksud tsb. Rumusan ini tetap didasarkan pada dua sumber penafsiran:

Definisi tiap himpunan:

HimpunanElemen 1Elemen 2Elemen 3
AMengalahkan DajjalMerebut YerusalemMengoreksi Semua Agama
H_BMengalahkan PerempuanMerebut YerusalemMemaksakan tanda Antikristus

Himpunan A merepresentasikan fungsi tokoh penakluk Dajjal, dalam kepercayaan lain. Sedangkan himpunan H_B menggambarkan struktur fungsional Binatang dalam kitab Wahyu. Ketika “Merebut Yerusalem” muncul di kedua sisi (kolom Elemen 2 pada tabel diatas), maka hanya itulah elemen yang menjadi titik irisan konseptual, dan hanya berlaku jika Israel dipandang sebagai Dajjal. Kita mulai..

Misal:

NotasiArti
IIsrael
DDajjal
KKekuatan penakluk Dajjal
BBinatang/Antikristus
AHimpunan tokoh penakluk Dajjal
H_BHimpunan tokoh atau sistem dalam struktur Binatang Wahyu
A ∩ H_B = ∅Tidak ada irisan antara Penakluk Dajjal dan Binatang di Wahyu
A ∩ H_B ≠ ∅Ada irisan antara Penakluk Dajjal dan Binatang Wahyu
K ∈ AK adalah elemen dari Penakluk Dajjal
B ∈ H_BB adalah bagian dari Binatang Wahyu
K = BTokoh penakluk Dajjal adalah tokoh yang sama dengan Binatang di Wahyu

Maka:

Jika I ≠ D dan K ≠ B, maka K ∈ A, B ∈ H_B, sehingga A ∩ H_B = ∅. Artinya: Jika Israel tidak sama dengan Dajjal, maka Penakluk Dajjal tidak sama dengan Binatang. Maka tidak ada irisan antara keduanya.

Gambar: Apabila Israel tidak dipandang sebagai Dajjal, maka tidak ada kesamaan peran antara Kekuatan lain dengan Binatang. Dengan begitu masing-masing sisi memiliki 3 elemen yang berbeda total, sehingga tidak ada irisan antara struktur Penakluk Dajjal dan struktur Binatang di kitab Wahyu.

Namun jika I = D dan K = Penakluk Israel, sehingga K = B, maka A ∩ H_B ≠ ∅.
Artinya: Jika Israel sama dengan Dajjal, maka Penakluk Dajjal adalah juga Penakluk Israel menurut kitab Wahyu, dan tokoh itu sama dengan Binatang. Maka terjadi irisan antara keduanya.

Dengan kata lain, Irisan hanya terjadi jika dan hanya jika Israel dipandang sebagai Dajjal. Dalam kondisi itu, pihak yang menaklukkan Israel (= Dajjal) dalam kepercayaan lain, secara struktur beririsan dengan sosok Binatang dalam Wahyu yang memang dikisahkan mengalahkan si Perempuan (Israel) dan kemudian mengambil alih Yerusalem.

Gambar: Apabila Israel dianggap sebagai Dajjal, maka dua elemen fungsi yang dilakukan oleh Penakluk Dajjal dengan Binatang memiliki kesamaan, yaitu: merebut Yerusalem dan menegakan otoritas global.

Sekali lagi, ilustrasi diagram ven ke 2 ini menunjukkan bahwa ada kesamaan fungsional antara tokoh yang disebut sebagai “Penakluk Dajjal” dengan sosok “Binatang” dalam kitab Wahyu. Yaitu masing-masing punya peran yang sama, sehingga beririsan pada fungsi sentral di kitab Wahyu 13 & 17, yaitu: merebut Yerusalem dan menegakan otoritas global.
Kesamaan tsb muncul jika dan hanya jika Israel dipahami sebagai Dajjal. Sehingga penakluk Dajjal menjadi tokoh yang sama dengan Binatang dalm kitab Wahyu 13 & 17.

Tanda Antikristus

Kemudian selanjutnya tanda dari Antikristus. Sudah jelas bahwa tanda tsb adalah imitasi dari apa yang telah Tuhan lakukan kepada bangsa Israel dimasa lampau, yaitu: IBADAH.

Jika tanda tsb adalah Ibadah, maka “tanda” tsb akan di paksakan kepada anda dan saya. Dengan kata lain: “Ibadah” tsb akan di paksakan kepada anda dan saya! Sehingga dari perspectives Alkitab, itu akan menjadi tanda di dahi dan tangan yang membatasi kita untuk tidak dapat menjual atau membeli. Tetapi jika anda dan saya menolak, maka kita akan di bunuh.

Ini serupa dengan yang terjadi di jaman Daniel. Perhatikan waktu Sadrak, Mesak dan Abednego di masukan ke tungku api raksasa untuk di bakar? Ini akan sama!

Tanda di Dahi Bagi Israel yang Bertobat di Detik Terakhir

Wahyu 7:3 katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Elohim kami pada dahi mereka!” Wahyu 7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

Jadi, tanda dalam Alkitab konteksnya adalah sebagai bentuk ibadah/kepemilikan/meterai. Itu sudah biasa digunakan dalam teks Alkitab, Perjanjian Lama maupun Baru. Jadi untuk melihat seperti apa makna sebuah tanda di dahi dan tangan dari Antikristus, cukup mengerti pola Alkitab. Dan hanya ada di Alkitab. Sehingga dengan memahami bahwa Iblis selalu ingin menyaingi YHWH, maka dia akan selalu membuat segala sesuatu mirip dengan pekerjaan Tuhan.

Karena Iblis adalah peniru dan penipu yang sangat cerdik, dia membenci kesaksian tentang Yesus yang disampaikan oleh para saksi Nya. Kebencian itu mendorongnya untuk menyembelih saksi-saksi Yesus, bahkan juga perempuan yang melambangkan Israel. Sebab melalui kesaksian mereka, terutama dari sisa-sisa Israel yang bertobat, kedok dan tipu daya Iblis akan terbongkar.

Wahyu 12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Elohim dan memiliki kesaksian Yesus.

Jadi point yang mau saya sampaikan adalah: Tuhan, akan membiarkan Israel di kalahkan oleh musuh nya hingga hati mereka berbalik kepada YHWH, yang telah mengambil rupa seorang hamba dan yang mereka tolak, agar menjadi Raja mereka. Hal itu dengan maksud mendisiplinkan iman mereka.

Sedangkan dari pihak binatang dan tentara nya, mungkin mereka mengira Tuhan lah yang memberikan mereka kemenangan atas Israel. Padahal fakta dalam Alkitab memberi tau kita, kemenangan dan kekuasaan mereka di berikan oleh sang Naga. Yang di sembah sebagai ilah.

Itu diperkuat dengan nubuatdalam Yesaya 47:6 Aku tadinya murka terhadap umat-Ku,     menajiskan milik pusaka-Ku, dan menyerahkannya ke dalam tanganmu;     dan engkau tidak menaruh belas kasihan kepada mereka, bahkan sangat memberatkan kukmu     kepada orang yang tua.

Maka, berdasarkan pola ini, dapat dikatakan bahwa Tuhan mengizinkan Israel diserahkan ke tangan Binatang, bukan karena Tuhan berpihak pada Binatang, melainkan sebagai bagian dari rencana pemurnian dan penghakiman terhadap umat Nya sendiri. Dan konteks ayat Yesaya tsb adalah kejatuhan Babel di akhir zaman, yang pernah saya bahas bahwa transisi kekuasaan dari perempuan ke binatang, disebut juga “Babel besar”, seperti dalam Wahyu 17.

Amin.

~ vctrmldb

By:

Posted in:


Leave a comment