Tuesday, March 25, 2025. Chicago, Illinois USA
Wahyu 13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Sebenarnya saya ingin nanti menuliskan ini, tetapi karna tidak sabar saat menemukan makna dan pola-pola nya, maka buru-buru saya meguraikan hal ini sekarang, supaya tidak lupa.
Kali ini saya ingin menjelaskan bahwa patung di ayat tsb bukanlah patung secara literal. Patung, sejak jaman kuno adalah bentuk SIMBOL dari sistem kekuasaan/otoritas yang pada saat itu kemudian di ukir untuk bisa di hormati manusia. Lalu jika di katakan patung tersebut dapat berbicara, artinya bukan hanya menggambarkan “patung berbicara” secara robotic AI, tapi simbol sistem otoritas global yang diberi kuasa untuk mengontrol, memutuskan, dan menghukum. Terlepas nanti nya menggunakan AI atau tidak. Tetapi point nya: otoritas binatang tsb dapat di aktifkan sehingga setiap manusia HARUS tunduk dan taat. Saya menemukan makna ini dengan analogi yang, saya percaya kita semua mudah memahami maksd saya.
Sebetulnya, jika kita memahami bagaimana sebuah “badan hukum” seperti PT beroperasi, maka tidak sulit memahami Wahyu 13:15. Seperti PT yang bertindak atas nama Perusahaan untuk membuat kontrak perjanjian, perintah, memecat, dll.
Jadi, “patung” dalam kitab Wahyu tsb berbentuk sistem otoritas yang memaksa orang lain untuk tunduk. Maka, siapapun atau sistem apapun yang mengklaim hak untuk menentukan siapa yang hidup dan mati BERDASARKAN kesetiaan kepada suatu kuasa, adalah bentuk modern dari sebuah “patung”. Ingat iblis itu cerdik. Dia tau betul hukum Tuhan melarang mendirikan patung untuk disembah, maka agar dia bisa menyesatkan manusia, dia merubah bentuk otoritas nya agar tetap bisa di hormati dan di taati, tetapi tidak dalam bentuk PATUNG pada umum nya. Banyak orang akan terkecoh dengan mengira ini adalah robot. Padahal? No!
Keluaran 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Iblis tentu paham ayat ini, tetapi bagaimana dia akan beroperasi dengan tidak membuat manusia merasa menyembah patung? Sama seperti tanda Antikristus yang sudah saya uraikan di halaman lain. Dia beroperasi agar tanda tsb seperti kebanyakan orang yakini: chip, barcode, AI dll.
Prinsip utama dalam memahami semua ini jelas: 2 Korintus 11:14 “Sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.” Maka dalam operasinya, dia tidak lagi tampil sebagai kekuatan yang terang-terangan menentang Tuhan, melainkan berpura-pura menjadi bagian dari kebenaran.
Kemudian pertanyaan selanjutnya nya dari ayat yang pertama tadi, apakah ada seseorang atau sosok kekuatan yang dapat memberikan NYAWA kepada makhluk/benda mati? Tidak ada!! Dalam seluruh struktur Alkitab di katakan Hanya Tuhan yang mampu memberikan nyawa, nabi pun tidak akan diberi otoritas tsb. Jadi arti nya binatang tidak memberikan nyawa kepada patung layak nya Tuhan memberikan nyawa kepada makhluk ciptaan Nya. Sekali lahi ini bukan Tuhan yang memberikan “nyawa” dalam konteks Wahyu 13:15, ini adalah sumber palsu, si Iblis, bukan Tuhan. Maka dengan memahami dasar-dasar tsb, kita bisa menyimpulkan bahwa “nyawa” disini sifat nya imitasi. Arti nya hanya bentuk pengaktifan. Mengaktifkan agar bisa MEWAKILI OTORITAS Hukum pemerintahan si binatang. Binatang yang pernah ada dan akan muncul kembali. Agar semua yang tidak tunduk pada hukum kerajaan Antikristus, akan dibunuh.
Wahyu 13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
Wahyu 13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Jika anda memahami patung ini secara literal, anda benar-benar sedang ditipu oleh Iblis… Ingat, iblis itu sangat cerdas. Tetapi Alkitab sudah memetakan dia. Hanya Alkitab. Wahyu 13:15 tidak menunjukkan inisiatif Tuhan, tetapi justru memperlihatkan operasi kuasa lain yang meniru Tuhan secara sistematis, yaitu Iblis.
Dengan begitu, pemberi “nyawa” dalam konteks Wahyu 13:15 adalah sumber palsu, imitasi, yaitu sang naga (Iblis), bukan Tuhan. Dengan kata lain, patung itu itu menjadi “hidup” bukan karena punya nyawa literal, tetapi karena DIBERI KUASA fungsional. Dia mulai “berbicara” melalui sistem hukum, “menghukum” melalui struktur kekuasaan, dan menuntut ketaatan absolut.
Ibarat sebuah badan hukum PT/CV/Yayasan. Perusahaan besar yang struktur perusahaan nya terbentuk, bisa membangun kantor, menciptakan regulasi, dan membuat KEPUTUSAN atas nama perusahaan tsb.
Ini selaras dengan Wahyu 13:2 yang menyatakan bahwa “naga itu memberikan kepadanya kekuatannya dan takhtanya dan kekuasaan yang besar kepada binatang”.
Wahyu 13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Tentu tidak ada binatang yang secara literal, sebab binatang ini adalah simbol aliansi bangsa-bangsa yang memiliki kesamaan ilah, yaitu sang naga.
“Patung itu diberi nyawa” = dia menjadi aktif secara sistemik: dapat “berbicara” menyampaikan keputusan, dan menghukum mereka yang menolak tunduk. Ini adalah “nyawa” imitasi.
Patung = struktur otoritas.
Nyawa = pengaktivasian otoritas.
Berbicara = menyampaikan keputusan berdasarkan hukum.
Jadi, sekali lagi ini adalah sistem otoritas yang menjadi simbol supremasi binatang, di aktifkan secara hukum, memberi perintah eksekusi bagi yang menolak.
Dan ini bukanlah pola baru, kita bisa lihat kisah serupa pada jaman Sadrak, Mesak dan Abednego! Daniel 3:1-30. Tetapi ingat, iblis sangat cerdik, dia tau kita alergi untuk sujud menyembah patung, maka dari itu manusia akhir zaman tidak akan melihat patung Antikristus, sebab dia akan mengubah bentuk penyembahan itu menjadi sesuatu yang TIDAK tampak seperti patung, tetapi mengandung esensi yang sama: penundukan total. Tidak tunduk = dinunuh.
Jika anda dan saya di paksa menyembah patung, tentu kita sama-sama menolak. Karna dalam Agama kita dilarang menyembah patung. Tetapi bagaimana jika anda dan saya dipaksa menyembah otoritas yang “kata nya” dari Tuhan. Ini hukum nya dari Tuhan, ini utusan nya dari Tuhan, ini ibadah nya dari Tuhan. Disinilah beda nya anda dan saya. Anda tidak memahami Instruksi, saya memahami Instruksi. Maka bisa jadi pada moment itu saya menolak dan di bunuh, sedangkan anda menuruti paksaan tsb untuk tunduk pada ibadah tsb, padahal menurut Instruksi nya, anda sedang menuruti untuk menyembah Iblis.
Wahyu 14:11 Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”
Amen.
~ vctrmldb