Deklasifikasi Nubuatan: Mengungkap Identitas Tanduk, Naga, Gunung, Perempuan dan Babel Besar dalam Wahyu đźš©

Dalam memahami kitab Wahyu, kita dihadapkan pada serangkaian kode profetik yang tampaknya aneh: gunung, tanduk, perempuan, binatang, dan naga. Tanpa pemahaman yang jelas, seseorang dapat terjebak dalam interpretasi yang dangkal, mengaburkan pesan strategis dari nubuatan para Nabi, peringatan, dan petunjuk keselamatan.

Bagi saya, memahami kitab ini ibarat analisis di medan tempur. Di mana kesalahan membaca data bisa berakibat fatal. Layaknya seseorang yang ingin survive dalam perang, kita di TUNTUT menyusun informasi, menghubungkan pola, dan menguji setiap variabel dengan prinsip utama, dalam konteks ini: Ayat menerangkan Ayat. Dan tentu nya selalu meminta bimbingan Roh Kudus, sebagai otoritas tertinggi dalam memahami arti Firman verse by verse.

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Oleh karena itu, saya akan lebih dulu memetakan makna simbol-simbol ini dalam konteks Alkitab, agar setiap elemen simbol dipahami berdasarkan pola-pola nubuatan yang konsisten dan bukan sekedar asumsi tanpa pattern yang jelas.

1 Tesalonika 5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.
1 Tesalonika 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Tanduk

Wahyu 17:12 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu adalah sepuluh raja, yang belum mulai memerintah, tetapi satu jam lamanya mereka akan menerima kuasa sebagai raja, bersama-sama dengan binatang itu.

Jika ada raja maka pasti ada KERAJAAN. Maka tanduk disini arti nya adalah raja. Itu terkonfirmasi oleh kitab Perjanjian Lama. Bahkan lebih terungkap strukturnya bahwa, dari kerajaan binatang itu akan ada sub-sub kerajaan yang juga muncul. Ini dalam istilah modern adalah aliansi 10 kerajaan, tetapi dalam 1 ideologi/keyakinan.

Daniel 7:24 Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.

Zakharia 1:18 Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak empat tanduk.
Zakharia 1:19 Lalu aku bertanya kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: “Apakah arti semuanya ini?” Maka ia menjawab aku: “Inilah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, Israel dan Yerusalem.”

Naga / Ular Tua

Wahyu 12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Dalam konteks di kitab Wahyu, naga adalah Ilah yang di sembah oleh umat manusia, yang tidak mau mengenali Tuhan yang benar. Ini hanya dapat di mengerti dari konteks iman Kristen. Sulit bagi iman diluar Kristen bisa memahami nya. Karena dalam iman Kristen, Yesus adalah Tuhan Semesta Alam dan sekaligus Mesias dalam tradisi Yahudi. Maka menyembah selain Yesus sama dengan menyembah si Ular Tua/Naga ini.

Wahyu 13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: “Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?”

Gunung

Wahyu 17:9 Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,

Awalnya saya terbawa interpretasi yang mengatakan bahwa ketujuh gunung itu adalah Roma, karna memang ketika saya mencari tau di google, 7 gunung itu merujuk kepada Roma. Tetapi setelah mendapat pengertian tsb, saya justru semakin tidak memahami nya ketika di kaitkan dengan 7 raja. Memang betul di Roma ada Vatikan, tetapi ada ketidak konsistenan struktural. Vatikan dan Paus tidak memiliki kekuasaan geopolitik langsung sebagai sebuah kerajaan yang bisa kembali tegak.

Maka, ketika “gunung” disubstitusikan dengan fakta lain sesuai pola dalam Alkitab, yaitu 7 kerajaan yang KUAT dan pernah menguasai dunia juga atas bangsa Israel: Mesir, Asyur, Babel, Persia, Yunani, Romawi, dan Ottoman Turki. Maka dengan demikian struktur informasi nya semakin jelas untuk menjawab siapakah binatang yang dikatakan akan bangkit kembali setelah luka parah.

Wahyu 13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

Wahyu 13:12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

Ada yang mengatakan bahwa ketujuh kerajaan itu termasuk Amerika, tetapi lagi-lagi itu hanya memaksakan asumsi tanpa memiliki pola yang jelas dari Alkitab. Karena ketika hipotesis itu di uji, justru jelas muncul ketidak konsistenan struktural dalam pola yang disebutkan di kitab Wahyu. Karena meskipun Amerika merupakan kekuatan global yang dominan saat ini, namun tidak memiliki kontrol untuk menindas Israel atau bangsa Yahudi, sebagaimana yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan kuat dan besar tadi. 

Lalu ada yang mengatakan: Oh yang di tindas oleh Amerika adalah orang Kristen (Israel rohani). Ini jelas ngawur. Dan bahkan tidak menghasilkan jawaban apapun untuk pertanyan-pertanyaan selanjutnya yang timbul.

Kemudian jika Romawi modern di asumsikan akan ada kembali, maka hipotesis ini pun harus di uji dengan cara menelusuri pola pemerintahan, hukum, dan sistem kekuasaan yang diwariskan, bukan sekedar dominasi global saja. Dan yang pada ujung nya juga harus menjawab pertanyaan saya, siapa yang menjadi spirit Babel dalam Wahyu 18.

Secara logis, jika ada raja maka tentu ada kerajaan. Jadi “gunung” disiini bukan soal letak geografis nya si gunung tsb. Dalam Daniel 2:35, kerajaan Allah juga digambarkan sebagai gunung besar yang menggantikan semua kerajaan dunia. Yeremia 51:25, Babel disebut sebagai “gunung yang membinasakan”. Ini menunjukkan bahwa gunung bisa bermakna positif atau negatif tergantung konteksnya dalam Alkitab.

Perempuan

Mengapa saya percaya bahwa Perempuan Sundal disini adalah Yarusalem dan bukanlah Gereja, seperti yang di katakan banyak orang Kristen. Lagi-lagi karna ketika “Gereja” ini di uji kembali berdasarkan pola Alkitab, maka akan nampak ketidak konsistenan struktural. Sebaliknya, jika perempuan ini di substitusikan sebagai Yerusalem, atau “pemerintah” Israel di Yerusalem, maka konsistensinya lebih kuat untuk mengungkap informasi selanjutnya. 

Dalam sejarah di Alkitab (KESELURUHAN Yehezkiel 16) Yerusalem sering kali disebut sebagai perempuan yang setia atau berkhianat kepada Tuhan. Dalam Yehezkiel 16, terutama pada ayat 33-40, Yerusalem digambarkan sebagai istri yang tidak setia, yang melakukan “perzinahan” dengan bangsa-bangsa lain. Itu adalah sebuah kiasan untuk aliansi politik, yang JUGA akan digunakan di masa depan dalam kepemkmpinan Israel yang tanpa percya Yesus Kristus. Dikatakan, biasanya pelacur yang menerima bayaran, tetapi (pemerintah Israel) Yerusalem justru membayar bangsa-bangsa lain dengan kekayaan nya untuk mendapatkan perlindungan dan perdamaian. 

Yehezkiel 16:33 Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal.

Yehezkiel 16:34 Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau hendak bersundal; tetapi engkau yang memberi upah persundalan, sedang engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu.

Ini merujuk pada bagaimana Yerusalem akan menggunakan sumber daya ekonomi untuk menjalin hubungan dengan kekuatan binatang, dari pada mengandalkan Tuhan. Dalam hal ini bertobat dan percaya Mesias nya.

Ini sangat RELEVAN dengan gambaran perempuan dalam Wahyu 17, yang berselingkuh dengan binatang dan ke 10 raja-raja nya tsb, dan akhirnya dihancurkan oleh binatang juga. 

Wahyu 17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

Wahyu 17:16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.

Juga perempuan tsb di katakan duduk di atas binatang, yang arti nya Israel pertama-tana memiliki kontrol atas binatang tsb, tetapi itu hanya sementara. Ini semakin menegaskan bahwa perempuan yang di amksud adalah pemerintah Israel di Yerusalem yang sedang menjauh dari kebenaran. Yang pada titik tsb, Israel seperti merasa telah berjaya kembali. Menjalin hubungan diplomatik dengan binatang, yang dia sendiri tidak sadari bahwa kemudian akan menghancurkan nya.

Babel Besar

Wahyu 17:18 Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.

Setelah saya memahami betul siapa yang di maksud perempuan sundal/pelacur dalam kitab Wahyu, maka untuk saya mengungkap informasi selanjutnya menjadi lebih sistematis dan terarah. Pemahaman ini membantu saya menafsirkan simbol lainnya dengan lebih konsisten, dan dapat mengungkap keterkaitan yang lebih luas dalam pola nubuatan.

Jika melihat URUTAN dari yang awalnya perempuan ini duduk di atas binatang, dan mabuk oleh darah saksi Yesus (kebijakan yang memberatkan dan membuka peluang atas persekusi Kristen). Kemudian binatang tsb beserta 10 tanduknya membenci pelacur tsb dan membakarnya.

Wahyu 17:6 Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus.Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

Maka, kemudian saya memahami, bahwa kota atau pemerintahan si pelacur (Yerusalem) akhirnya jatuh ke tangan binatang. Barulah kitab Wahyu mulai menyoroti Babel “si kota besar” dalam Wahyu 18. Menunjukan pergeseran pusat kendali, dengan kata lain, kota tersebut menjadi pusat pemerintahan binatang dan nabi palsu nya setelah si pelacur di taklukan. Yang menghilangkan konsep geopolitik dan batas-batas negara seperti saat ini dan membentuk sistem global yang terpusat di bawah kekuasaan binatang. Mulai dari struktur hukum, ekonomi dan militer, semua DILEBUR dalam 1 konsep serupa kerajaan Israel di masa lalu. Dimana konsep Kepercayaan (Agama) dan Identitas politik menyatu. Menuntut kesetiaan mutlak kepada otoritas tertinggi yang dianggap sebagai perwujudan hukum ilahi (palsu) di bumi.

Wahyu 7:3 katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

Wahyu 7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. 

Makna Materai disana, saat tanah Israel nanti terkepung dan berhasil di taklukan oleh binatang, di moment itu lah mereka mulai yakin dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Raja mereka yang telah mereka TOLAK. Sebab kesaksian yang diteriakkan oleh para pengikut Yesus di jalan-jalan Yerusalem, termasuk mereka yang dianiaya, semuanya terbukti terjadi menimpah mereka.

Jadi, para pengikut Yesus sudah mengetahui dengan jelas apa yang akan terjadi atas diri mereka: penganiayaan, persekusi, bahkan kematian karena iman mereka. Hal ini telah dinubuatkan oleh Yesus sendiri.

Wahyu 11:7 Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.

Wahyu 11:8 Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.

Dengan memahami siapa yang dimaksud sebagai “perempuan” dalam Kitab Wahyu, saya akhirnya dapat menjawab pertanyaan: siapa kota besar itu, serta mengapa disebut sebagai Sodom dan Mesir secara rohani. Dan itu semakin terjawab bahwa yang di maksud adalah Yerusalem, bukan Gereja (Yeremia 23:14).

Ketika Yerusalem direbut oleh binatang, istilah ini berubah menjadi di sebut Babel besar. Sebab istilah “perempuan” digunakan selama Yerusalem masih berperan sebagai istri yang bersundal, yakni Umat Pilihan (Israel) yang seharusnya setia kepada Tuhan tetapi justru berkhianat dengan menjalin aliansi politik dengan kekuatan binatang. Perhatikan konteks ayat berikut ini, sebab ini menubuatkan si Babel besar:

Yesaya 47:6 Aku tadinya murka terhadap umat-Ku,
    menajiskan milik pusaka-Ku,
dan menyerahkannya ke dalam tanganmu;
    dan engkau tidak menaruh belas kasihan kepada mereka,
bahkan sangat memberatkan kukmu
    kepada orang yang tua.

Lalu, setelah Yerusalem jatuh ke tangan binatang, statusnya berubah menjadi “Babel Besar”, yang aretinya bukan lagi sekadar penyimpangan rohani, tetapi telah menjadi pusat pemerintahan global yang menyatukan otoritas politik, ekonomi, dan keagamaan di bawah satu konsep/sistem yang menuntut kepatuhan/penyembahan total, menghapus batas-batas negara dan membangun tatanan baru yang menyaingi hukum Tuhan.

Wahyu 20:4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.

Wahyu 20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.

Tabel berikut saya susun untuk memetakan pola yang telah diuraikan di atas:

IndikatorPerempuan Sundal (Wahyu 17)Babel Besar (Wahyu 18)
IdentitasBeraliansi dengan Binatang, dan mengendalikan raja-raja dunia, sambil
merayakan kembalinya kejayaan Israel.
Kota besar yang menjadi pusat ekonomi, politik, dan kekuasaan global berbasis agma, setelah Yerusalem jatuh.
PeranMemimpin secara religius dan politik dalam kemitraan dengan Binatang, tetapi akhirnya dikhianati.Menjadi pusat kendali ekonomi dan pemerintahan global di bawah sistem Binatang.
KehancuranDihancurkan oleh Binatang dan 10 raja yang sebelumnya bersekutu dengannya (Wahyu 17:16).Dihancurkan langsung oleh Tuhan sebagai puncak penghakiman dunia (Wahyu 18:8).
Dampak GlobalPergeseran pusat kekuasaan dari Perempuan ke Babel, sebagai sistem global terakhir sebelum kehancuran total. (Wahyu 17:16-17)Bencana alam global yang meruntuhkan peradaban dunia, terjadi bersamaan dgn saat Tuhan mengingat Babel “kota besar” untuk menumpahkan cawan Murka Nya (Wahyu 16:18-21)
Pola SejarahYerusalem dalam periode kemurtadan setelah penyaliban Yesus, akibatnya selalu ada perang dan pemusnahan sampai akir zaman. (Daniel 9:26-27 & Yehezkiel 16:35-37)Babel sebagai SIMBOL kota-kota besar yang pernah menjadi pusat ekonomi global, yang akhirnya selalu mengalami kehancuran. Babel dalam Wahyu merepresentasikan sistem global terakhir yang akan mengalami nasib yang sama.

Dalam tradisi iman Yahudi, mereka meyakini bahwa tentara Asyur akan menginjak-injak mereka di akhir zaman. Namun, mereka sendiri tidak menyadari skenario yang lebih besar, karena SETELAH mereka menjalin hubungan diplomatik dengan aliansi Binatang, mereka hanya akan melihat ancaman Asyur sebagai ancaman historis.

Hal itu terjadi karena nubuatan yang lebih lengkap tentang skenario akhir zaman hanya diungkapkan dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam kitab Wahyu. Yang mereka tolak sebagai bagian dari wahyu. Itu sebabnya mereka memahami bukan dalam konteks penggenapan akhir zaman dari sudut pandang Perjanjian Baru.

Pada titik itu, Israel akan mencapai posisi tertinggi dalam pengaruhnya atas binatang. Tetapi kemudian, ada tanduk yang lebih kuat yang sudah menunggu waktu untuk mengambil alih.

Dengan kata lain, Israel ingin ada damai tetapi tetap menolak Yesus.

Roma 11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
Roma 11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis:
“Dari Sion akan datang Penebus,
    Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

Roma 11:27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka,
    apabila Aku menghapuskan dosa mereka.”

Roma 11:28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.

Israel akan di pulihkan meski dalam masa kesukaran besar. God bless Israel.

Maranatha! Amin.

~ vctrmldb

By:

Posted in:


Leave a comment