Sebelumnya, saya sudah membahas bagaimana Israel meniru pola Mesir, dan bagaimana Gereja kemudian jatuh dalam kesalahan Replacement Theology “umat pilihan”. Sejak lama, pemahaman ini telah ada di kepala saya tetapi hanya tertulis dalam catatan-catatan note di hand phone yang saya simpan, tetapi sekarang saya merasa perlu merangkainya menjadi sebuah pemaparan yang utuh. Bagaimana dosa dimasalalu itu di adopsi ke tingkat yang paling ekstrim dan membuka jalan bagi munculnya sang Antikristus.
Saya menyadari bahwa ini adalah imitasi yang dibangun di atas sesuatu yang belum sempurna, tetapi dikunci sebagai pewahyuan final. Mengklaim dirinya sebagai pewaris tunggal kebenaran ilahi, SEHINGGA menutup segala kemungkinan untuk dipulihkan dan akan membawa kebinasaan bagi banyak manusia.
Binatang dalam Kitab Wahyu merujuk pada sebuah kerajaan atau kekaisaran (Daniel 7:23). Decoding terkait binatang sudah pernah saya bahas di IG story beberapa tahun lalu, dan tentu saja, saya bukan satu-satunya yang telah menguraikannya. Namun, di sini saya memperbaharui pemahaman saya dengan melihat pola yang muncul dalam berbagai ayat, sehingga konteksnya semakin jelas: kerajaan atau kekaisaran yang dimaksud dalam Kitab Wahyu bukan sekadar entitas politik, tetapi sebuah agama yang kuat, yang memiliki “mulut yang menyombong” (Daniel 7:8), kekaisaran nya “pernah ada, namun sekarang tidak ada, dan akan muncul kembali” (Wahyu 17:8), serta “pernah terluka parah, tetapi luka itu sembuh” (Wahyu 13:3), artinya dia pernah mengalami kejatuhan, tetapi akan bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih besar, menegaskan dominasinya atas banyak bangsa.
Sistematika agama ini bukan sekedar doktrin, tetapi sebuah sistem yang akan berkuasa atas banyak bangsa dan umat (Wahyu 13:7), mengubah waktu dan hukum (Daniel 7:25), serta mengambil alih peran umat Tuhan dengan klaim sebagai pewaris yang sah dan FINAL (2 Tesalonika 2:4). Dengan “tanduk yang berbicara dengan congkak” (Daniel 7:20), dia meninggikan dirinya, bukan hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai otoritas spiritual yang mencela dan menggantikan pewahyuan sebelumnya.
Inilah Replacement Theology pada tingkatan yang paling EKSTRIM dan mengerikan
Karena entitas kerajaan/kekaisaran yang melahirkan Antikristus ini mengklaim dirinya sebagai FINALITAS, sementara sebetulnya nubuat dalam kitab para nabi belum sepenuhnya digenapi. Sebagian Israel telah dipulihkan dari dosanya yang ingin meniru pola Mesir. Sebagian Kekristenan pun telah dipulihkan dari dosanya dalam Replacement Theology. Tetapi sebagai sebuah entitas dari kerajaan/kekaisaran ini tidak dapat dipulihkan seutuhnya, kecuali bagi mereka yang totally keluar darinya dan menerima kebenaran yang menyelamatkan. Karena entitas ini tidak hanya menggantikan, tetapi telah membangun seluruh identitasnya sebagai, like I said: FINALITAS. Sebuah konsep yang mengunci banyak orang untuk dibawa kedalam kebinasaan. Maka, tidak ada jalan untuk kembali, tidak ada ruang untuk pemulihan bagi yang mengikuti nya. Dan justru dari sinilah jalan bagi manusia durhaka, sang Antikristus, terbuka lebar.
2 Tesalonika 2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2 Tesalonika 2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
Tren historis menunjukkan pola yang berulang, yang dapat digunakan untuk estimasi probabilitas perkembangan di masa mendatang: Bangsa Israel dipanggil keluar dari Mesir, tetapi mereka terus ingin meniru cara hidup bangsa itu. Mereka menolak Tuhan sebagai Raja mereka (1 Samuel 8:7, 19-20) dan menghendaki sosok pemimpin yang dapat mereka lihat, seperti raja-raja di Mesir dan bangsa-bangsa lain.
Dengan mengimitasi struktur Israel, entitas ini secara tidak langsung mereplikasi pola dosa yang sama! Membangun sistem yang tidak hanya mengatur hukum dan ibadah, tetapi juga menegakkan kepemimpinan, kerajaan dalam struktur yang lebih kuat dan lebih mutlak. Jika Israel pernah menginginkan raja seperti bangsa-bangsa lain, maka entitas ini mengambil konsep tersebut dan menyempurnakannya dalam bentuk yang lebih absolut. Bahkan lebih jauh hingga penyempurnaan pada sistem Ekonomi dunia.
Wahyu 13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
Apa yang dulu merupakan penyimpangan di kalangan umat Israel, kini menjadi doktrin utama yang tidak bisa diganggu. Dengan mengimitasi pola Israel (yang sebetulmya adalah dosa), entitas ini bahkan justru meneguhkannya sehingga menjadi sistem yang jauh lebih rigid, lebih dominan, dan lebih final.
Namun, tidak seperti Israel yang akhirnya dipulihkan dari sistem Mesir, dan Gereja yang dikoreksi dari Replacement Theology, entitas ini tidak memiliki jalan untuk kembali. Sebab yang dia tegakkan bukanlah kebenaran yang telah digenapi, tetapi sesuatu yang masih DOSA dan masih dalam proses pemulihan. Maka saat yang lain kemudian di pulihkan di akhir zaman (Israel dan Gereja), tanpa sadar dia sendiri tidak menemukan jalan untuk kembali. Justru sebaliknya, memerangi yang sudah di pulihkan itu.
Daniel 7:25 “…..dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi…..”
Wahyu 11:7 “….maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.”
Wahyu 20:4 “….Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka….”
Israel pernah menghendaki raja manusia, tetapi saat pemulihan datang, Tuhan Semesta Alam sendiri yang akan menjadi Raja mereka, juga atas seluruh bumi (Zakharia 14:9). Tidak heran jika Antikristus disebut ingin menyatakan dirinya sebagai Allah, sebab dia ingin menggantikan Yesus Kristus raja yang akan memimpin umat Israel dan Tuhan atas manusia. Tentu, pola ini hanya dapat dimengerti melalui Iman Kristen, karena kita memahami bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang sesungguhnya.
Makna dari frasa “menyatakan diri” dalam bahasa asli nya adalah “menunjukkan dengan tindakan”. Jadi tanpa perlu dia bicara persis pun, dari perspective Kristen ini akan nampak. Arti nya, ketika dia mengatakan sebagai penyelamat dunia saja, itu sudah cukup bukti bahwa dia sedang menyatakan.
2 Tesalonika 2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
Pola-pola yang saya sadari ini mengingatkan saya tentang latihan:
Ibarat seseorang yang mengimitasi program latihan dari atlet profesional, tetapi tanpa memahami konsep dasarnya. Dia hanya mengikuti pola latihan dari atlet tsb lalu mengklaim bahwa metode yang dia gunakan adalah yang paling efektif dan final.
Tetapi, masalahnya adalah program latihan yang dia imitasi itu sebenarnya masih dalam proses pengembangan dan penyesuaian menuju sempurna. Lebih dari itu, dia bahkan mengklaim bahwa versinya berasal dari pelatih yang sama, meskipun sebenarnya metodenya adalah DISTORSI dari latihan yang masih dalam proses penyempurnaan.
Saat pelatih asli akhirnya menyempurnakan metode tersebut dengan riset dan pembaruan, dia justru menolak untuk merubah rutinitasnya.
Baginya apa yang telah dia lakukan adalah yang sudah final. Pada akhirnya, kebiasaan dia membawa cidera parah bagi dia dan bagi mereka yang mengikuti metode latihan nya.
Dalam pengamatan pola historis di Alkitab, hubungan perjanjian yang awalnya bersifat pribadi, seperti yang dialami Abraham, mengalami perubahan signifikan. Keinginan Israel untuk meniru bangsa Mesir menyebabkan transformasi perjanjian tersebut menjadi sistem hukum yang kaku, sehingga esensi iman yang sejati hilang. Pola ini kemudian diadopsi oleh entitas lain, termasuk Gereja Kristen, yang saat itu percaya Teologi Penggantian (Replacement Theology). Teologi ini mengajarkan bahwa Gereja telah menggantikan Israel sebagai umat pilihan Allah. Akibatnya, iman Kristen berubah menjadi institusi yang membinasakan kelompok Yahudi dan membenci Israel.
However, proses tsb mencapai puncaknya dalam bentuk yang paling ekstrim dan mengerikan ketika DIADOPSI atau di borong seluruh nya oleh entitas ini, mulai dari konsep raja, kerajaan, hingga konsep Replacement Theology atas umat pilihan, lalu dia mengklaim sebagai finalitas pewahyuan. Padahal, klaim tersebut justru menyempurnakan semua penyimpangan atau dosa sebelumnya.
~vctrmldb