Fakta di Balik 1 Yohanes 2:19: Bukan Katholik, Protestan, atau Ortodoks!

Karena mereka TIDAK memisahkan Yesus Kristus dari Gereja.

Seperti yang sudah saya utarakan pada bagian akhir dari tulisan sebelumnya di halaman lain, saya akan membahas hal ini. Sebab ini adalah sesuatu yang sudah lama mengganggu pikiran saya. Saya merasa gereja telah di adu domba. Dan ini akan membawa gereja pada perselingkuhan spiritual (Babel besar). Kitab Wahyu menggambarkan seorang wanita duduk di atas binatang merah ungu (Wahyu 17:3), melambangkan sosok perempuan yang bersekutu dengan kekuatan dunia. Sosok perempuan yang bergandengan dengan pemerintahan dunia yang akan melahirkan pemerintahan Antikristus. Akhirnya, sosok perempuan yang menunggangi binatang ini justru akan dibenci dan dihancurkan oleh sistem yang semula mendukungnya (Wahyu 17:16-17). Ini akan saya uraikan di kesempatan lain.

Sebagai “Kode” atau Struktur Analisis didalam tulisan ini, saya akan menggunakan istilah-istilah berikut ini untuk memahami penggenapan nubuatan Wahyu. Ini bukan interpretasi bebas, tetapi berdasarkan pola yang ada dalam Alkitab:

• Binatang = kerajaan dunia yang menopang Antikristus

• Antikristus = figur pemimpin global yang menggantikan otoritas Yesus Kristus

• Wanita berpakaian kain kirmizi = perkumpulan yang mengaku milik Tuhan tetapi telah bercampur dengan kekuasaan dunia (politik)

• Wanita duduk di atas binatang = keterikatan dan pengaruh (kontrol) wanita itu atas kerajaan-kerajaan dunia

Dengan kerangka tersbut, kita dapat melihat bagaimana nubuat dalam Wahyu bisa tergambar jelas, sebab kitab Wahyu penuh dengan simbol yang interpretasinya menggunakan Alkitab itu sendiri, yang ayat nya tersebar di dalam nya.

1 Yohanes 2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.

1 Yohanes 2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Tudingan Tidak Berdasar

Banyak gereja saling menuding bahwa yang dimaksud dalam 1 Yohanes 2:19 adalah Katholik, Ortodoks, atau bahkan sebalik nya, Protestan (Iman saya). Sementara saya justru melihatnya yang dimaksud disitu adalah sebagai pemisahan dari gereja mula-mula. Jika melihat dari teks asli nya. Saya uakin ini di mulai dari ajaran atau cerita yang berkembang dari bidat-bidat Kristen mula-mula.

Jika kita merujuk pada teks aslinya, kata yang digunakan adalah “exēlthan” atau “exerchomai”, yang berarti mereka telah keluar.

Sumber yang saya gunakan dalam analisis teks tsb: https://biblehub.com/interlinear/1_john/2-19.htm?utm

Kata ini bukan sekedar perbedaan ajaran atau percabangan, melainkan menunjukkan suatu perpisahan total dari sesuatu yang semula mereka ada di dalamnya. (Bukan lagi berdiri di atas batu karang).

Misalnya ini seperti seorang pendaki yang awalnya ikut dalam satu rombongan menuju puncak, tapi di tengah jalan memilih turun, atau malah mengambil jalur lain yang ternyata tidak mengarah ke puncak yang sama. Mereka bukan lagi bagian dari perjalanan itu.

Inilah yang membuat saya merasa perlu mengevaluasi pemahaman saya tentang perbedaan-perbedaan dalam tubuh gereja.

Matius 16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Itu adalah pernyataan Kristus bahwa Yesus membangun Gereja Nya di atas batu karang, yaitu Petrus. Sebab saya metakini itu adalah indikator yang sangat penting dalam hal ini. Jika sebuah gereja masih berdiri di atas fondasi yang telah diletakkan oleh Petrus, maka mereka masih ada dalam jalur yang sama.

Banyak yang menunjuk kepada Protestan sebagai mereka yang “keluar”. Sebelum kita terburu-buru menarik kesimpulan, kita harus perhatikan: apakah mereka masih berdiri di atas pengajaran yang sama? Martin Luther masih menghormati Petrus, begitu juga Ortodoks, apalagi Katholik. Maka mereka tetap memiliki keterkaitan dengan ajaran yang diwariskan para rasul, neskipun ada perbedaan terkait tafsiran-tafsiran. Sebab yang saya yakini sejak lama, (bahkan inilah yang menjadi dasar saya terus menggali hal ini) perbedaan-perbedaan aliran itu hanya seperti tubuh yang saling melengkapi (Efesus 1:22-23, Kolose 1:18, 1 Kor 12:27, Roma 12:4-5, Efesus 5:23).

Para Bidat pada Zaman Kristen Mula-mula

Tetapi ada yang lain. Perhatikan bidat-bidat Kristen di jaman mula-mula, pengajaran dan cerita tentang Yesus Kristus versi mereka aneh-aneh dan tidak memiliki cerita sejarah yang sama! Seperti jalur pendakian yang terlihat benar, tetapi ternyata berujung pada JURANG dan bukan puncak yang sesungguhnya.

Ketika kita mau memahami sosok Antikristus dan kerajaannya, kita hanya perlu fokus pada institusi besar yang memiliki dampak global. Jika itu Gereja, maka apakah mereka masih berpijak pada pengajaran Petrus, atau justru menentangnya? Faktanya semua gereja yang beraliran besar itu berada di jalur yang benar, tidak merendahkan Petrus.

Jawabannya jelas: ini merujuk pada kepercayaan yang lahir dan berkembang dari bidat-bidat Kristen mula-mula, yang bukan hanya menyimpang, tetapi meninggalkan pengajaran para rasul dan menolak dasar iman yang benar. Kemudian ajaran mereka tidak punah, tetapi diadopsi, berkembang, dan akhirnya membentuk sistem kepercayaan yang menolak keilahian Kristus secara terang-terangan. Juga mencoba menarik Yesus Kristus keluar dari Gereja. Dengan kata lain mereka berusaha menggantikan ajaran Yesus yang sejati dengan suatu pemahaman yang bertentangan dengan inti Injil. Entitas ini tidak hanya menolak keilahian Nya tetapi juga membentuk suatu NARASI alternatif yang berupaya menafsirkan ulang peran dan identitas Kristus dari pemberitaan para Rasul.

Sejarah mencatat bahwa ada kelompok yang tadinya berasal dari dalam kekristenan, tetapi kemudian keluar. Hal iji kemungkinan di adopsi dan berkembang dengan berjalan nya waktu dan membentuk sistem kepercayaan baru yang menolak Kristus sebagai Anak Allah. Mereka tetap mengakui Yesus dalam ajaran mereka, tetapi bukan sebagai Tuhan, melainkan hanya seorang nabi. Mereka mengklaim mengikuti Injil dari Tuhan Semesta Alam, tetapi mengingkari inti dari Injil itu sendiri: penyaliban, kebangkitan, dan keselamatan oleh anugerah. Mereka mengajarkan tentang Yesus, para nabi, bahkan Allah, tetapi sebenarnya menentang ajaran Kristus yang sejati. Sebuah refleksi palsu yang menggunakan unsur-unsur yang sama, tetapi mengarahkan orang kepada sesuatu yang berbeda. 

Lebih dari itu, dia tidak hanya berkembang sebagai gerakan spiritual, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan politik dan pemerintahan yang kuat. Mereka menegakkan hukum yang berakar pada ajaran mereka, menolak Injil, menggantinya dengan kitab lain, dan menetapkan aturan yang bertentangan dengan keselamatan dalam Kristus. Kerajaan ini dulu pernah ada dan nanti akan muncul kembali dan dengan konsep mesianik versi lain.

~ vctrmldb

By:

Posted in:


Leave a comment