Alasan Saya Yakin Daniel 9:27 Akan Digenapi di Masa Depan Jika Melihat Pola dalam Alkitab

Hal ini sudah pernah saya tuliskan pada Instagram Story beberapa tahun lalu. Tetapi karena terbatas kalimat nya untuk di posting ke Instagram Story, maka saya memperjelasnya disini. Begitu pula dengan tulisan-tulisan lain yang beberapa tahun lalu pernah saya post di Instagram Story, yang hanya tersampaikan secara singkat akan saya salin ulang disini.

Saat membaca nubuatan dalam Alkitab, kita sering tidak sadar dan menganggap bahwa dua ayat yang berurutan digenapi dalam satu rangkaian peristiwa tanpa jeda waktu. Namun, yang saya perhatikam sejak lama kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak nubuatan yang memiliki penggenapan bertahap, padahal masih dalam 2-3 ayat berururan. Di mana satu bagian telah terjadi di masa lalu, sementara bagian berikutnya masih menunggu penggenapan di masa depan. Bahkan ribuan tahun kemudian penggenapan nya baru terjadi.

Fenomena ini sebagai celah waktu dalam nubuatan, yaitu ketika dua peristiwa besar dalam satu nubuatan tampak berurutan dalam teks, tetapi dalam kenyataannya dipisahkan oleh rentang waktu yang sangat jauh.

Pemahaman ini menjadi penting ketika kita membahas bagaimana orang-orang di berbagai zaman menafsirkan nubuatan. Dalam sejarah, banyak yang menolak penggenapan suatu nubuatan karena mengira semuanya harus terjadi sekaligus. Salah satu contoh yang sering dibahas di kalangan Kristen adalah mengapa banyak orang Yahudi tidak menerima Yesus sebagai Mesias. Karena mereka menginginkan Mesias yang datang langsung sat set sat set membebaskan Israel dari prnjajahan/kekuasaan kerajaan Romawi pada moment itu juga. Mengharapkan Mesias menjadi pemimpin politik yang mengembalikan kejayaan bangsa Israel daripada Mesias yang menggenapi rencana keselamatan Tuhan. Seperti kelompok Zelot.

Saya ingin menegaskan bahwa bukan berarti orang Yahudi tidak percaya kepada Yesus hanya karena mereka tidak memahami konsep celah waktu dalam nubuatan. Memang, ini bisa menjadi salah satu faktor yang membuat mereka kesulitan menerima Yesus sebagai Mesias, tetapi alasan utamanya lebih kompleks. Sikap penolakan itu lebih berkaitan dengan tradisi turun-temurun dan pola pikir teologis yang telah terbentuk selama ribuan tahun, yang membuat mereka memiliki ekspektasi tertentu tentang bagaimana Mesias seharusnya datang dan bertindak sekali waktu.

Dengan memahami bagaimana celah waktu dalam nubuatan bekerja, kita dapat melihat bahwa banyak bagian Alkitab yang baru akan digenapi di masa depan, termasuk nubuatan dalam Daniel 9:27, yang saya yakini belum terjadi dan masih menunggu penggenapan setelah pembangunan Bait Suci Ketiga.

Bahkan dalam komunitas Kristen (setidaknya sepanjang yang saya amati), tidak semua mereka memahami konsep ini dengan jelas. Banyak perdebatan muncul mengenai bagaimana nubuatan harus ditafsirkan, mesti merujuk pada teks bahasa asli nya, dan lain sebagainya. Tetapi pola celah waktu ini sering kali malah diabaikan atau disalahpahami tanpa skeptis sedikitpun.

Yang ingin saya tunjukkan di sini adalah bahwa setelah melihat pola yang terjadi dalam berbagai nubuatan di Alkitab, saya semakin yakin bahwa Daniel 9:27 belum terjadi dan akan digenapi di masa depan, terutama setelah pembangunan Bait Suci Ketiga.

Celah Waktu dalam Nubuatan: Bukan Hal Baru dalam Alkitab

Bayangkan kita berdiri jauh dari dua gunung yang tampak berdekatan. Dari kejauhan, mereka memang terlihat seolah-olah hanya beberapa langkah dari satu sama lain. Namun, saat kita berada dekat, barulah kita menyadari bahwa di antara kedua gunung tersebut ada lembah luas.

Beginilah cara para nabi melihat peristiwa yang kemudian menjadi nubuatan. Mereka melihat peristiwa-peristiwa besar dalam satu rangkaian visi, tetapi tidak melihat celah waktu di antaranya. Mereka menuliskan penglihatan-penglihatan yang diberikan kepada mereka, kemudian mencatatnya sebagaimana yang mereka terima, tanpa mengetahui secara pasti kapan dan bagaimana setiap bagian dari nubuatan itu akan digenapi.

Bagi mereka, peristiwa-peristiwa ini tampak seperti terjadi dalam satu urutan yang berdekatan, seperti melihat puncak-puncak gunung dari kejauhan tanpa menyadari ada lembah luas di antaranya. Mereka menyampaikan pesan yang telah diwahyukan kepada mereka, tetapi tidak selalu memahami secara penuh urutan waktu atau jeda antara satu peristiwa dan yang lainnya.

1 Petrus 1:10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
1 Petrus 1:11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

Inilah sebabnya mengapa banyak nubuatan dalam Alkitab tampak berurutan dalam teks. Tetapi dalam penggenapan nya bisa memiliki rentangan waktu yang sangat jauh, generasi ke generasi.

Contoh-Contoh Celah Waktu dalam Alkitab

1. Zakharia 9:9-10 – Kedatangan Mesias dalam Dua Tahap

Zakharia 9:9 – Mesias datang dengan keledai.

Sudah digenapi saat Yesus masuk Yerusalem (Matius 21:5, sekitar 30 Masehi).

Zakharia 9:10 – Mesias akan memerintah dunia dalam damai.

Belum digenapi. Ini akan terjadi saat Yesus kembali (Wahyu 20:4-6).

Celah waktu ayat 9 dan 10: lebih dari 2000 tahun. Meskipun ada dalam 1 halaman teks.

2. Mikha 5:2-4 – Kelahiran dan Kekuasaan sang Mesias

Mikha 5:2 – Mesias lahir di Betlehem.

Sudah digenapi dalam kelahiran Yesus (Matius 2:1-6, Sebelum Masehi).

Mikha 5:14 – Mesias akan menggembalakan umat Nya dengan kuasa Tuhan dan memerintah sampai ke ujung bumi bahkan memberi hukuman bagi bangsa-bangsa.

Belum digenapi. Ini merujuk pada pemerintahan Yesus di kedatangan kedua.

Celah waktu antara ayatt 2 dan 14: lebih dari 2000 tahun, padahal ada dalam 1 halaman teks.

3. Yesaya 61:1-2 – Tahun Rahmat (Tahun Yobel) dan Hari Pembalasan (Hari Penghakiman)

Perhatikan ketika Yesus membaca Yesaya 61:1-2 di Sinagog (Lukas 4:16-21), Dia berhenti sebelum membaca bagian “Hari Pembalasan” dan berkata:

“Hari ini genaplah nas ini saat kamu mendengarnya.” (Lukas 4:21)

Bagian pertama (“Tahun Rahmat Tuhan”)

Sudah digenapi dalam pelayanan Yesus (30an Masehi).

Bagian kedua (“Hari Pembalasan Tuhan”)

Belum digenapi. Ini merujuk pada penghakiman akhir zaman.

Celah waktu dalam satu ayat ini: lebih dari 2000 tahun.

4. Yesaya 9:6-7 – Kedatangan Yesus sebagai Bayi dan Pemerintahan Nya yang Kekal

Yesaya 9:6 – “Seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan…”

Sudah digenapi dalam kelahiran Yesus di Betlehem (Matius 1:23, Lukas 2:11).

Yesaya 9:7 – “Pemerintahan-Nya akan semakin bertambah besar, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan…”

Belum digenapi. Ini berbicara tentang pemerintahan Yesus di Kerajaan 1000 Tahun dan kekekalan (Lukas 1:32-33, Wahyu 20:4-6).

Celah waktu antara ayat 6 dan 7: lebih dari 2000 tahun.

5. Mazmur 110:1-2 – Mesias yang Duduk di Sebelah Kanan Elohim dan Kembali untuk Memerintah

Mazmur 110:1 – “Tuhan berfirman kepada Tuanku: ‘Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku menaruh musuh-musuh-Mu di bawah kaki-Mu.’”

Sudah digenapi dengan kenaikan Yesus ke surga (Markus 16:19, Kisah Para Rasul 2:33-35).

Mazmur 110:2 – “Tongkat kekuatan-Mu akan dikirim Tuhan dari Sion; memerintahlah di tengah-tengah musuh-Mu!”

Belum digenapi. Ini berbicara tentang pemerintahan Yesus yang akan datang atas seluruh bumi (Wahyu 19:15-16).

Celah waktu antara ayat 1 dan 2: lebih dari 2000 tahun.

6. Daniel 2:31-45 – Patung Nebukadnezar dan Batu yang Menghancurkannya

Daniel 2:31-43 – Merijuk dari beberapa literatur penafsiran bahwa Patung disinj mewakili kerajaan-kerajaan dunia (Babel, Media-Persia, Yunani, Romawi)

Sudah digenapi dalam sejarah dunia hingga Kekaisaran Romawi.

Daniel 2:44-45 – “Pada zaman raja-raja itu, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa…”

Belum digenapi. Ini berbicara tentang pemerintahan Mesias yang akan datang dan menghancurkan sistem dunia (Wahyu 11:15, 19:11-16).

Celah waktu antara ayat 43 dan 44: lebih dari 2000 tahun.

7. Zakharia 12:10 – Pertobatan Israel

Zakharia 12:10 – “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan mereka akan meratapi-Nya seperti orang meratapi anak tunggal…”

Sudah digenapi sebagian dalam penyaliban Yesus (Yohanes 19:37). TETAPI belum digenapi sepenuhnya. Ini berbicara tentang pertobatan bangsa Israel secara nasional saat Yesus datang kembali (Roma 11:25-27, Wahyu 1:7).

Celah waktu: lebih dari 2000 tahun sejak penyaliban Yesus hingga pertobatan Israel di masa depan.

8. Maleakhi 3:1-2 dan Maleakhi 4:5-6 – Kedatangan Yohanes Pembaptis dan Hari Tuhan

Maleakhi 3:1 – “Lihat, Aku mengutus utusan-Ku, dan ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku…”

Sudah digenapi dalam pelayanan Yohanes Pembaptis (Matius 11:10, Markus 1:2).

Maleakhi 3:2 & 4:5-6 – “Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya? Sebab Ia seperti api tukang pemurni…”

Belum digenapi! Ini berbicara tentang hari penghakiman pada kedatangan kedua Yesus (Wahyu 6:17, 19:11-16).

Celah waktu antara ayat 1 dan 2: lebih dari 2000 tahun.

Daniel 9:26-27: Celah Waktu yang Masih Berlanjut

Jika kita sudah melihat pola celah waktu dalam nubuatan-nubuatan tersebut, maka Daniel 9:26-27 kemungkinan besar juga memiliki pola yang sama, di mana satu bagian telah digenapi, sementara bagian lainnya masih menunggu penggenapan di masa depan.

Daniel 9:26 – Sudah Digenapi dalam Sejarah

“Sesudah enam puluh dua kali tujuh masa akan disingkirkan seorang yang diurapi…”

Digenapi dalam penyaliban Yesus (~30 Masehi).

“Maka datanglah rakyat seorang raja yang akan datang, yang akan memusnahkan kota dan tempat kudus itu…”

Digenapi dalam penghancuran Yerusalem oleh Romawi (Titus) (~70 M).

Daniel 9:27 – Masih Menunggu Penggenapan

“Ia akan membuat perjanjian dengan banyak orang selama satu kali tujuh masa…”

Belum digenapi. Ini kemungkinan besar merujuk pada perjanjian Antikristus dengan Israel di akhir zaman.

“Di tengah-tengah 7 masa itu, ia akan menghentikan korban dan persembahan…”

Belum digenapi. Ini menunjukkan bahwa Bait Suci Ketiga harus dibangun terlebih dahulu.

Celah waktu antara ayat 26 dan 27: lebih dari 2000 tahun (dan masih terus berlanjut).

1 kali 7 masa dalam Alkitab berarti satu periode yang terdiri dari 7 tahun.

Dalam beberapa terjemahan, istilah ini juga disebut sebagai “pekan”, dan dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai “week” (yang biasanya berarti 7 hari, tetapi dalam konteks ini merujuk pada 7 tahun).

Dalam teks Ibrani, kata yang digunakan adalah shabu’a, yang secara harfiah berarti “sepekan” atau “kelompok 7”. Dalam konteks nubuatan Daniel 9, shabu’a bukan merujuk pada minggu dalam arti 7 hari, tetapi pada siklus 7 tahun, seperti yang juga digunakan dalam hukum sabat untk tanah dalam Imamat 25:8 yang berbicara tentang tahun-tahun sabat.

Sehingga, ketika Daniel 9 menyebut “satu pekan” (1 kali 7 masa), ini berarti 7 tahun: jika menyebut “70 pekan”, maka itu berarti 70 × 7 = 490 tahun. 

Daniel 9:27 dalam teks aslinya bertuliskan begini dalam terjemahan bahasa Indonesia:

“Ia akan membuat perjanjian yang kokoh dengan banyak orang selama satu pekan; dan pada pertengahan pekan itu, ia akan menghentikan korban dan persembahan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan dicurahkan atas yang membinasakan.”

Perlu dicatat bahwa dalam teks Ibrani asli, tidak terdapat kata yang secara langsung diterjemahkan sebagai “raja” dalam ayat 27 ini. Kata “Ia” (וְהִגְבִּיר) merujuk pada subjek yang membuat perjanjian, tetapi identitas spesifiknya tidak disebutkan secara eksplisit dalam ayat ini. Beberapa penafsiran mengaitkannya dengan “raja yang datang untuk menghancurkan Bait Suci Kedua” dari ayat sebelumnya (Daniel 9:26), yaitu adalah raja Romawi. Kata “raja” itu sendiri tidak muncul dalam teks asli Daniel 9:27. Tetapi “ia” disana adalah pararel dengan ayat 26. Apa itu? Kesamaan spirit Antikristus! Tidak heran jika Titus di sebut Antikristus di jaman mula-mula. Tapi apakah Alkitab mengatakan Antikristus hanya satu?? Tidak. Dan puncak nya adalah yang tunggal. Yang nanti akan datang menyetujui perjanjian, setelah itu melanggar nya pada 3,5 tahun dan melakukan pengepungan ke Yerusalem. (Istilah Antikristus dalam bahasa asli nya; menggantikan, menentang, melawan Kristus. Kristus = Mesias = yang diurapi = raja juga nabi). Maka tidak salah jika di sebut Alkitab telah banyak bangkit Antikristus pada ayat 1 Yohanes 2:18.

Sumber yang saya gunakan untuk analisis teks: https://biblehub.com/text/daniel/9-27.htm

Kembali ke Topik Celah Waktu Tadi, Mengapa Hal Itu Penting?

1. Bukan Berarti Orang Yahudi Tidak Percaya Yesus Hanya Karena Celah Waktu.

Tradisi dan pola pikir turun-temurun juga menjadi faktor utama. Celah waktu dalam nubuatan hanya salah satu faktor yang membuat sulitnya menerima penggenapan nubuatan. Ini bisa terjadi ke siapapun yang membaca nubuatan dalam Alkitab.

2. Menegaskan bahwa Daniel 9:27 Belum Terjadi

Jika pola ini benar, maka ayat 27 masih akan terjadi di masa depan. Ini berarti Bait Suci Ketiga harus dibangun lebih dulu sebelum penggenapan nubuatan ini.

3. Mengonfirmasi Keakuratan Nubuatan Alkitab

Dengan ada jeda ribuan tahun, justru nubuatan yang sudah tergenapi membuktikan bahwa Alkitab masih akan terus mengungkap perbuatan Tuhan atas bangsa Israel, maka tidak tepat jika dikatakan Alkitab sudah selesai dan waktu nya menerima kitab suci baru/Agama/pengajaran dari nabi baru yang mengutuk atau memerangi Israel. Dan jika bagian pertama dari nubuatan ini saja sudah terjadi dengan akurat, maka bagian berikutnya pum juga pasti akan terjadi sesuai janji Tuhan. Amin.

Mengapa Saya Yakin Daniel 9:27 Akan Digenapi di Masa Depan

Pola celah waktu dalam nubuatan adalah sesuatu yang nyata dalam Alkitab. Setelah melihat pola ini berulang kali di berbagai bagian Kitab Suci, saya semakin yakin bahwa Daniel 9:27 belum digenapi dan akan terjadi di masa depan, terutama setelah pembangunan Bait Suci Ketiga nanti.

Disebutkan 1 kali 7 masa, berarti 7 tahun. Itu arti nya perjanjian tersebut untuk 7 tahun, tetapi di tengah-tengah (7/2 = 3,5) perjanjian tersebut, Antikristus ini akan memberhentikan peribadatan Yahudi di Bait Suci Ketiga.

Jika kita memahami pola ini, kita akan semakin yakin bahwa Alkitab adalah kitab yang hidup, dan nubuatan-nubuatannya akan terus digenapi sesuai dengan waktu Tuhan.

Tetaplah berjaga-jaga, dan pegang teguh iman kepada Kristus.

Next time saya akan coba uraikan apa maksud dari 1 Yohanes 2:19 “Memang mereka berasal dari antara kita”.

Sebab itu juga mengganggu pikiran saya sejak lama, karena banyak Gereja mengira ini adalah Katolik, Ortodoks, dan juga sebalik nya. Merujuk pada kata asli, termyata: “exēlthan” atau “exerchomai” yang arti nya mereka telah KELUAR.

~ vctrmldb

By:


Leave a comment